Burung Blackthroat

Umum

Burung Blackthroat (Serinus Atrogularis)  atau disebut dengan Blackthroated canary atau Yellow-rumped Seedeater merupakan burung yang berasal dari Benua Afrika.

Burung ini masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda melalui orang-orang Belanda.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia “Black” adalah “hitam”, sedangkan  dan “throat” adalah  “kerongkongan”. Jadi arti keseluruhan dari blackthroat adalah “kerongkongan hitam”.

Asal nama dari burung blackthroat adalah karena burung ini memiliki warna hitam pada bagian kerongkongannya atau terdapat noktah hitam pada bagian leher yang terlihat seperti menggunakan dasi.

Burung blackthroat merupakan burung kecil yang memiliki suara dan nyanyian yang sangat mempesona. Maka dari itu burung blackthroat dikelompokkan dalam bangsa Passeriformes dan subbangsa Passeres (bangsa burung penyanyi). Blackthroat masuk dalam famili Fringilidae (bangsa kenari) dalam kelompok Serinus.

 

Habitat

Burung blackthroat biasanya hidup di hutan tropis atau subtropis, savana, padang rumput, padang gersang atau hutan kering. Burung ini lebih banyak ditemukan di Benua Afrika yang merupakan daerah asalnya.

Burung ini juga bisa ditemukan di China, India, dan Belanda yang memiliki banyak penangkaran burung jenis ini. Di Indonesia burung blackthroat bisa ditemukan di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera.

Burung blackthroat sangat menyukai tempat yang tinggi seperti ranting pohon yang tinggi dimana biasanya akan berkicau untuk mencari pasangannya atau sebagai pertanda wilayahnya.

Burung blackthroat membuat sarang telurnya dengan mengumpulkan bahan=bahan yang terdiri dari rerumputan dan serpihan dedaunan.

 

Sifat

Burung blackthroat putih keabu-abuan dan blackthroat coklat sama-sama memiliki suara yang sangat nyaring, keras dan suara ngeroll yang begitu mempesona sehingga membuat akan membuat anda begitu sulit untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis burung ini.

Burung blackthroat dikenal mampu menyanyikan lagu dengan keras namun terdengar merdu sehingga hal inilah yang membuat burung ini disukai oleh para penggemar burung.

Di habitat asalnya yaitu Afrika, burung ini suka bertengger di atas pohon yang tinggi sambil berkicau untuk memikat blackthroat betina atau untuk mempersyaratkan daerah kekuasaannya.

Kelebihan burung blackthroat adalah burung ini bersifat poligami di mana blackthroat jantan bisa dikawinkan dengan lebih dari satu blackthroat betina. Tentunya sifat ini sangat bermanfaat bagi para penangkar burung.

Burung blackthroat termasuk jenis burung yang berani karena mampu kawin dengan burung yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, yaitu burung kenari. Selain itu burung ini juga bisa kawin dengan burung Gelatik, Mozambik, dan Herda Sanger.

Burung blackthroat bersifat mimikri, yaitu mampu menirukan suara jenis burung lain. Burung ini merupakan master yang baik bagi burung lomba karena memiliki volume, speed dan nada yang indah.

Burung Blackthroat mempunyai kebiasaan berpoligami sehingga burung ini bukan termasuk burung sosial. Dengan hal ini tentunya burung ini bisa dipelihara sendiri di rumah.

Jika ingin memelihara burung blackthroat sebaiknya pilih blackthroat jantan karena memiliki volume suara yang keras dan nada yang bervariasi.

Di sisi lain blackthroat betina memiliki nada yang monoton dan suara yang terkadang keras namun lebih banyak lemah.

Salah satu sifat yang paling unik dari burung blackthroat adalah memiliki sifat yang terlalu over protektif. Burung ini bisa saja mematuki anaknya yang masih piyik sampai mati jika merasa terganggu ketika sedang mengerami telur.

 

Jenis

Di Indonesia burung blackthroat memiliki dua jenis, yaitu blackthroat berwarna putih keabu-abuan (putih kelabu) dan Blackthroat berwarna coklat.

Burung blackthroat yang berwarna putih keabu-abuan memiliki proporsi tubuh yang serasi, warna yang indah dan lebih bersih sehingga burung ini lebih disukai oleh penggemar burung. Sedangkan burung blackthroat coklat memiliki postur tubuh yang lebih besar.

 

Pemilihan Bakalan Blackthroat

Pilih yang Jantan

Burung Blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun Blackthroat betina biasanya sangat hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan Blackthroat jantan dan betina sebagaimana terdapat pada bagan sebagai berikut :

Ciri blackthroat jantan dan betina

Ciri blackthroat jantan

  • Postur tubuh tegap dengan ukuran panjang 12 cm
  • Pita di leher berwarna hitam pekat
  • Ukuran kepala besar dan agak panjang
  • Memiliki paruh yang tebal
  • Lehernya jenjang
  • Suara ngeroll (tidak terputus-putus), volume keras dan memiliki banyak variasi
  • Permukaan anus menonjol keluar dan ada tonjolan sebesar kacang hijau dengan bulu rawis

 

Ciri blackthroat betina

  • Memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan jantan namun postur tubuh agak bulat
  •  Pita di leher tampak samar
  • Ukuran kepala kecil dan membulat
  • Memiliki paruh yang tipis
  • Lehernya pendek
  • Suara volume kecil dan variasi kicauan monoton
  • Permukaan anus hanya terdapat lubang untuk keluarnya kotoran

 

Tips memilih burung blackthroat

Postur tubuh tegap

Blackthroat yang memiliki tubuh yang tegap dan besar serta lencir (panjang) biasanya memiliki mental yang baik dan suara yang panjang ini juga dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut tidak mengalami gangguan atau tidak terhambat pertumbuhannya.

Dada yang tegap dan bidang menandakan bahwa Blackthroat tersebut bervolume suara nyaring dan keras. Blackthroat yang bersuara keras bukan saja indah didengar namum jika kita turunkan dalam satu pertandingan tentunya akan berani dalam memperdengarkan suaranya di lapangan dan dapat menjatuhkan mental lawannya.

 

Sorot Mata Tajam

Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih Blackthroat yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental Blackthroat tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

 

Bulu Cerah

Bulu yang cerah bukan saja menambah keindahan dari burung tersebut namun dapat mencirikan bahwa burung tersebut merupakan burung yang baik dari perawatan maupun mentalnya.

 

Tidak cacat

Selain tidak sedang dipandang mata, burung yang cacat juga dapat mengurangi keberhasilan jika akan ditangkar. Yang biasa mengalami cacat pada burung finch adalah bagian kaki, bisa saja karena terjerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilik Blackthroat yang kita inginkan.

 

Paruh

Pilih paruh Blackthroat yang panjang, tipis dan seimbang dimana bagian bawah dan atas paruh saat burung tersebut diam harus rapat, ciri tersebut menandakan burung tersebut mempunyai suara yang keras.

 

Awas Tertipu

Secara fisik, Blackthroat dan herda sanger mempunyai kemiripan. Adakalanya para pedagang yang tidak jujur menggunakan cara tidak terpuji dengan mencat bulu diatas bagian ekornya (bulu ekor) menjadi warna kuning yang merupakan ciri khas dan Blackthroat.

Jika ini dikerjakan dengan rapi maka akan sangat sulit bagi awam untuk membedakan antara Blackthroat dengan Blackthroat jejadian.

 

Tentang iklan-iklan ini

3 pemikiran pada “Burung Blackthroat

  1. @agus priyono, kalo saya sih yg susah memilin bakalan JANTAN, kalo bisa beli yg sudah bunyi ngerol, kalo perawatan sih mudah, sama seperti kenari

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s