Burung Parkit

Burung Parkit

Umum

Burung parkit merupakan burung yang berasal dari keluarga Psittacidae atau parrot (burung nuri) yang dikenal sebagai burung peliharaan.

Di dalam istilah internasional burung ini dikenal dengan nama budgerigar atau parakeet. Namun istilah yang lebih sering digunakan adalah budgie (kependekan dari budgerigar).

Kata Budgerigar sendiri berasal dari bahasa Aborigin “betcherrygah” yang berarti “enak dimakan”. Mungkin pemberian nama ini dikarenakan pada jaman dulu suku Aborigin suka makan daging burung parkit.

 

Habitat

Burung parkit merupakan binatang asli Australia yang ditemukan hidup dalam kelompok besar di alam liar bahkan bisa mencapai ribuan ekor dalam satu kelompok.

Burung parkit biasanya hidup di hutan belukar terbuka ataupun gurun. Burung parkit liar merupakan hewan nomaden jadi pergerakan hidup mereka sangat tergantung dari pasokan makanan dan air.

Untuk burung parkit liar biasanya membangun sarang mereka dengan bersarang pada lubang pohon.

 

Makanan

Makanan burung parkit bervariasi yang terdiri dari buah-buahan, biji-bijian serta sayuran.

Biji-bijian yang disukai dan baik untuk burung parkit adalah millet putih, millet merah dan jewawut.

Buah-buahan yang disukai burung parkit diantaranya adalah pir, apel, pisang dan melon. Sedangkan sayuran yang baik untuk burung parkit adalah taoge, jagung muda, wortel, brokoli dan bayam.

Makanan yang tidak boleh diberikan ke burung parkit adalah cokelat dan alpukat karena kedua jenis makanan ini bersifat racun bagi burung parkit.

 

Sifat

Burung parkit dikenal sangat setia terhadap pasangannya hal ini bisa ditunjukkan dengan sikap setia dari burung parkit jantan pada saat menunggu sang betina bertelur.

Walaupun burung parkit bisa dijinakkan namun burung parkit juga tidak berbeda jauh dengan burung lain yang cenderung memiliki temperamen liar.

Pemberian kasih sayang harus terus dilakukan pada burung parkit yang sudah berhasil dijinakkan bisa dengan memberi makanan secara langsung dari tangan.

Jika tidak maka dikhawatirkan sifat liarnya akan berubah menjadi liar kembali jika kita biarkan mereka makan di wadah pakan dalam waktu yang agak lama.

Untuk mengatasi burung parkit yang menjadi liar setelah berhasil dijinakkan anda bisa mengumpulkan burung parkit tersebut dengan burung parkit yang jinak.

Pada umumnya burung yang berubah menjadi liar kembali ini akan menjadi lebih tenang dan akan beradaptasi dengan burung parkit lain yang jinak.

Jenis burung yang memiliki paruh bengkok ini merupakan jenis burung yang hidup secara berkoloni sehingga akan mudah membaur dengan burung sejenis.

 

Reproduksi

Burung parkit hidup secara berkelompok dan burung ini berkembang biak di alam bebas pada bulan Oktober hingga Desember.

Pada saat musim kawin tiba biasanya burung parkit jantan akan menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat burung parkit betina.

Jika burung parkit betina sedang aktif bertelur maka burung parkit  jantan akan menunggu si betina di luar sambil menghibur dengan cara bersiul sekaligus siap siaga untuk mengusir hewan lain jika ada yang mendekati atau mengganggu sarangnya.

 

Perawatan

Burung parkit termasuk burung yang mudah untuk ditangkar sehinggap perawatan burung jenis ini termasuk mudah.

Kandang

Untuk kandang yang dibutuhkan untuk memelihara burung ini tidak perlu menggunakan kandang yang berukuran besar walaupun untuk pengembangbiakan sekalipun.

Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah bisa digunakan untuk memulai penangkaran jenis burung ini. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah juga sudah cukup.

Akan tetapi karena burung parkit termasuk burung yang suka hidup berkoloni maka tidak ada salahnya jika anda menyiapkan kandang dengan ukuran yang agak besar.

Selain anda bisa menempatkan beberapa pasang burung parkit,  keindahan warni-warni burung parkit antara yang satu dengan yang lain akan terlihat dengan lebih jelas.

Burung ini termasuk jenis burung yang mudah beradaptasi dan sangat menyukai hidup berkoloni sehingga akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri di dalam kandang penangkaran.

 

Ciri fisik

Untuk ciri-ciri fisik burung parkit dibedakan menjadi 2 yaitu ciri-ciri fisik pada burung parkit liar dan burung parkit peliharaan.

Burung parkiat liar

  • Memiliki warna bulu hijau dan kuning pada bagian sayap dan bahu berwarna hitam bergerigi. Untuk burung parkir dewasa memiliki wajah yang berwarna kuning.
  • Memiliki berat badan sekitar 30 hingga 40 gram dengan panjang tubuh sekitar 18 cm.

Dalam waktu 4 bulan burung parkit muda akan tumbuh menjadi parkit dewasa dengan paruh yang berwarna coklat, ekor yang berwarna biru serta warna  kaki biru keabu-abuan.

 

Parkit peliharaan

Untuk burung parkit peliharaan sudah mengalami perubahan fisik karena sudah dikawin silangkan dengan berbagai jenis burung lain. Tubuh burung parkit peliharaan biasanya berwarna kuning, biru, putih dan lain-lain.

 

Cara membedakan burung Parkit Jantan dan Betina

Ketelitian dan kecermatan dalam membedakan jenis kelamin burung parkit merupakan salah satu cara yang penting  dalam menunjang keberhasilan budidaya burung parkit.

Burung parkit memiliki kebiasaan saling bertukar makanan atau saling loloh yang kadang terlihat mirip sedang bercumbu.

Jangan pernah menganggap hal ini sebagai tanda bahwa burung parkit yang melakukan hal tersebut sebagai sepasang kekasih karena terkadang hal tersebut juga dilakukan oleh sesama burung parkit jantan.

Maka dari itu anda harus memiliki teknik atau pengetahuan dalam membedakan jenis kelamin burung parkit secara sederhana.

  • Warna pada tonjolan hidung

Burung parkit jantan memiliki ciri khas yang sangat jelas yang bisa dilihat pada tonjolan hidungnya yang berwarna biru sedangkan tonjolan hidung dari sang betina cenderung berwarna putih semu.

Namun akan lebih sulit jika membedakan burung parkit yang masih remaja atau anakan karena tidak jelasnya warna biru pada hidung burung. Pada saat dewasa tanda kebiruan pada hidung parkit jantan akan terlihat lebih jelas.

  • Cere

Ciri lain yang bisa digunakan  untuk menentukan jenis kelamin parkit adalah dengan mengamati cere. Cere adalah daerah berdaging pada bagian paruh yang berada di dekat hidung.

Cere dari burung parkit jantan biasanya berwarna biru gelap atau biru terang sedangkan untuk cere burung parkit betina biasanya berwarna ungu atau coklat.

 

  • Perbedaan Perilaku

Sebagian pendapat menyatakan bahwa ada perbedaan perilaku yang bisa ditemukan pada burung parkit jantan dan betina.

Untuk burung parkit jantan biasanya lebih sering menggerakkan kepala, lebih sering berkicau dan lebih bersifat sosial. Sedangkan ntuk burung parkit betina lebih sering terlihat diam atau tidak seaktif jantan dan lebih jarang berkicau.

  • Kicauan

Burung parkit jantan biasanya lebih sering berkicau jika dibandingkan dengan burung parkit betina. Selain itu burung parkit jantan juga lebih mudah dilatih untuk menirukan berbagai suara atau berbicara.

  • Tes Darah

Untuk burung parkit yang berumur kurang dari 1 tahun mengidentifikasi jenis kelamin secara visual bisa dikatakan hampir mustahil.

Burung parkit yang berada di dalam usia ini belum sepenuhnya berkembang sehingga warna cere dan karakteristik fisik lainnya belum kelihatan.

Dalam kondisi ini, dokter hewan bisa menentukan jenis kelamin burung parkit melalui tes darah.

Tentang iklan-iklan ini

13 pemikiran pada “Burung Parkit

  1. Burung Parkit,, yang saya ternakkan di tempat saya,, telor nya berserakan di luar sarang,, gak mau di tempat sarang nya,, kami mohon solusi nya,,,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s