Tentang iklan-iklan ini

Kasuari kerdil sangat membantu penyebaran benih

Burung kasuari kerdilDalam buku Daftar Burung Indonesia Edisi No 2, nama kasuari kerdil / dwarf cassowary (Casuarius bennetti) tercatat sebagai spesies burung dengan nomor urut pertama. Mengapa dinamakan kasuari kerdil? Karena di antara tiga spesies kasuari lainnya yang ada di dunia, inilah spesies yang berukuran paling kecil, dengan tinggi hanya 1 meter. Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

Burung Blackthroat

Umum

Burung Blackthroat (Serinus Atrogularis)  atau disebut dengan Blackthroated canary atau Yellow-rumped Seedeater merupakan burung yang berasal dari Benua Afrika.

Burung ini masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda melalui orang-orang Belanda.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia “Black” adalah “hitam”, sedangkan  dan “throat” adalah  “kerongkongan”. Jadi arti keseluruhan dari blackthroat adalah “kerongkongan hitam”.

Asal nama dari burung blackthroat adalah karena burung ini memiliki warna hitam pada bagian kerongkongannya atau terdapat noktah hitam pada bagian leher yang terlihat seperti menggunakan dasi.

Burung blackthroat merupakan burung kecil yang memiliki suara dan nyanyian yang sangat mempesona. Maka dari itu burung blackthroat dikelompokkan dalam bangsa Passeriformes dan subbangsa Passeres (bangsa burung penyanyi). Blackthroat masuk dalam famili Fringilidae (bangsa kenari) dalam kelompok Serinus.

 

Habitat

Burung blackthroat biasanya hidup di hutan tropis atau subtropis, savana, padang rumput, padang gersang atau hutan kering. Burung ini lebih banyak ditemukan di Benua Afrika yang merupakan daerah asalnya.

Burung ini juga bisa ditemukan di China, India, dan Belanda yang memiliki banyak penangkaran burung jenis ini. Di Indonesia burung blackthroat bisa ditemukan di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera.

Burung blackthroat sangat menyukai tempat yang tinggi seperti ranting pohon yang tinggi dimana biasanya akan berkicau untuk mencari pasangannya atau sebagai pertanda wilayahnya.

Burung blackthroat membuat sarang telurnya dengan mengumpulkan bahan=bahan yang terdiri dari rerumputan dan serpihan dedaunan.

 

Sifat

Burung blackthroat putih keabu-abuan dan blackthroat coklat sama-sama memiliki suara yang sangat nyaring, keras dan suara ngeroll yang begitu mempesona sehingga membuat akan membuat anda begitu sulit untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis burung ini.

Burung blackthroat dikenal mampu menyanyikan lagu dengan keras namun terdengar merdu sehingga hal inilah yang membuat burung ini disukai oleh para penggemar burung.

Di habitat asalnya yaitu Afrika, burung ini suka bertengger di atas pohon yang tinggi sambil berkicau untuk memikat blackthroat betina atau untuk mempersyaratkan daerah kekuasaannya.

Kelebihan burung blackthroat adalah burung ini bersifat poligami di mana blackthroat jantan bisa dikawinkan dengan lebih dari satu blackthroat betina. Tentunya sifat ini sangat bermanfaat bagi para penangkar burung.

Burung blackthroat termasuk jenis burung yang berani karena mampu kawin dengan burung yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, yaitu burung kenari. Selain itu burung ini juga bisa kawin dengan burung Gelatik, Mozambik, dan Herda Sanger.

Burung blackthroat bersifat mimikri, yaitu mampu menirukan suara jenis burung lain. Burung ini merupakan master yang baik bagi burung lomba karena memiliki volume, speed dan nada yang indah.

Burung Blackthroat mempunyai kebiasaan berpoligami sehingga burung ini bukan termasuk burung sosial. Dengan hal ini tentunya burung ini bisa dipelihara sendiri di rumah.

Jika ingin memelihara burung blackthroat sebaiknya pilih blackthroat jantan karena memiliki volume suara yang keras dan nada yang bervariasi.

Di sisi lain blackthroat betina memiliki nada yang monoton dan suara yang terkadang keras namun lebih banyak lemah.

Salah satu sifat yang paling unik dari burung blackthroat adalah memiliki sifat yang terlalu over protektif. Burung ini bisa saja mematuki anaknya yang masih piyik sampai mati jika merasa terganggu ketika sedang mengerami telur.

 

Jenis

Di Indonesia burung blackthroat memiliki dua jenis, yaitu blackthroat berwarna putih keabu-abuan (putih kelabu) dan Blackthroat berwarna coklat.

Burung blackthroat yang berwarna putih keabu-abuan memiliki proporsi tubuh yang serasi, warna yang indah dan lebih bersih sehingga burung ini lebih disukai oleh penggemar burung. Sedangkan burung blackthroat coklat memiliki postur tubuh yang lebih besar.

 

Pemilihan Bakalan Blackthroat

Pilih yang Jantan

Burung Blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun Blackthroat betina biasanya sangat hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan Blackthroat jantan dan betina sebagaimana terdapat pada bagan sebagai berikut :

Ciri blackthroat jantan dan betina

Ciri blackthroat jantan

  • Postur tubuh tegap dengan ukuran panjang 12 cm
  • Pita di leher berwarna hitam pekat
  • Ukuran kepala besar dan agak panjang
  • Memiliki paruh yang tebal
  • Lehernya jenjang
  • Suara ngeroll (tidak terputus-putus), volume keras dan memiliki banyak variasi
  • Permukaan anus menonjol keluar dan ada tonjolan sebesar kacang hijau dengan bulu rawis

 

Ciri blackthroat betina

  • Memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan jantan namun postur tubuh agak bulat
  •  Pita di leher tampak samar
  • Ukuran kepala kecil dan membulat
  • Memiliki paruh yang tipis
  • Lehernya pendek
  • Suara volume kecil dan variasi kicauan monoton
  • Permukaan anus hanya terdapat lubang untuk keluarnya kotoran

 

Tips memilih burung blackthroat

Postur tubuh tegap

Blackthroat yang memiliki tubuh yang tegap dan besar serta lencir (panjang) biasanya memiliki mental yang baik dan suara yang panjang ini juga dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut tidak mengalami gangguan atau tidak terhambat pertumbuhannya.

Dada yang tegap dan bidang menandakan bahwa Blackthroat tersebut bervolume suara nyaring dan keras. Blackthroat yang bersuara keras bukan saja indah didengar namum jika kita turunkan dalam satu pertandingan tentunya akan berani dalam memperdengarkan suaranya di lapangan dan dapat menjatuhkan mental lawannya.

 

Sorot Mata Tajam

Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Blackthroat tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih Blackthroat yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental Blackthroat tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

 

Bulu Cerah

Bulu yang cerah bukan saja menambah keindahan dari burung tersebut namun dapat mencirikan bahwa burung tersebut merupakan burung yang baik dari perawatan maupun mentalnya.

 

Tidak cacat

Selain tidak sedang dipandang mata, burung yang cacat juga dapat mengurangi keberhasilan jika akan ditangkar. Yang biasa mengalami cacat pada burung finch adalah bagian kaki, bisa saja karena terjerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilik Blackthroat yang kita inginkan.

 

Paruh

Pilih paruh Blackthroat yang panjang, tipis dan seimbang dimana bagian bawah dan atas paruh saat burung tersebut diam harus rapat, ciri tersebut menandakan burung tersebut mempunyai suara yang keras.

 

Awas Tertipu

Secara fisik, Blackthroat dan herda sanger mempunyai kemiripan. Adakalanya para pedagang yang tidak jujur menggunakan cara tidak terpuji dengan mencat bulu diatas bagian ekornya (bulu ekor) menjadi warna kuning yang merupakan ciri khas dan Blackthroat.

Jika ini dikerjakan dengan rapi maka akan sangat sulit bagi awam untuk membedakan antara Blackthroat dengan Blackthroat jejadian.

 

Burung Hwamei

Umum

Burung Hwamei (Leucodioptron canorum) atau formerly Garrulax canorus merupakan burung berkicau yang berasal dari negeri china dan  pernah mengalami masa jaya pada era 90’an.

Hua-mei dalam bahasa China adalah alis yang dicat. Burung ini juga sering disebut dengan nama lain wambi.

Burung ini setingkat dengan burung lain pada era 90’an seperti robin peking, samho, poksay, dan jalak hongkong. Pada saat itu burung ini sangat mudah ditemukan di pasaran karena China mengekspor jenis burung ini ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Burung yang hidup dengan membuat kelompok kecil ini sempat merajai arena-arena lomba-lomba atau kontes burung berkicau di era 90’an.

Namun untuk saat ini burung ini sangat sulit untuk ditemukan di Indonesia. Penyebabnya adalah karena pemerintah Indonesia menutup keran impor burung hidup dari negeri China untuk menghindari resiko flu burung.

Kalaupun saat ini ada yang menjual burung ini di Indonesia pasti harga sangat mahal dan kondisi usia burung sudah tua.

 

Ciri-ciri

Ciri-ciri umum :

  • Memiliki suara kicauan yang keras dan tajam
  • Memiliki garis putih yang melingkar yang terlihat seperti kacamata pada sekeliling kedua matanya
  • memiliki paruh yang berwarna cokelat

 

Burung wambie jantan :

  • Rajin berkicau
  • Memiliki  suara kicauan yang lebih bervariasi
  • Pandai meniru suara burung lain
  • Warna bulu coklat dan terlihat mengkilap
  • Memiliki alis mata yang tebal dan tajam
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, panjang dan ramping bila dibandingkan dengan betina

 

Burung wambie betina :

  • Suara kicauan monoton, hanya mengeluarkan suara “sieerr… sieerr… siierr” untuk memanggil burung wambie jantan
  • Warna bulu cokelat yang terlihat agak kusam
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan pendek bila dibandingkan dengan jantan.

 

Sifat

Burung hwamei merupakan berkicau yang pintar meniru suara burung lain. Burung ini mengeluarkan suara yang tajam, keras dan bervariasi.

yang keras, tajam dan bervariasi menjadikan burung ini memiliki cukup banyak peminatnya baik di negara asalnya ataupun di negara-negara asia lainnya seperti thailand, malaysia, philipina bahkan indonesia.

Burung hwamei memiliki tingkat temperamen yang tinggi sehingga di negeri asalnya burung ini sering dijadikan sebagai burung aduan seperti halnya sabung ayam di indonesia dimana burung yang dianggap kalah adalah burung yang mati.

 

Habitat

Habitat burung ini adalah di hutan terbuka, hutan sekunder, semak-semak belukar, kebun, dan taman yang terletak diketinggian 1800 dpl. Burung ini sering terlihat  bersembunyi di dalam pepohonan yang rindang ataupun di dalam semak belukar yang selalu dekat dengan aliran air sungai.

 

Makanan

Makanan alami burung hwamei adalah buah-buahan hutan, cacing tanah  ataupun serangga-serangga kecil. Burung ini mengais dedaunan di atas tanah untuk mencari buah-buahan yang terjatuh dari pohon atau cacing tanah dan serangga kecil.

 

Reproduksi

Musim kawin burung hwamei biasanya berlangsung antara bulan Mei hingga Juli. Menjelang musim kawin burung hwamei akan membuat sebuah sarang yang menyerupai  cangkir besar.

Sarang ini  dibuat di atas ketinggian tanah sekitar 2 meter  pada semak belukar atau pohon. Dalam satu kali masa bertelur burung ini bisa bertelur sebanyak 2-5 butir telur yang berwarna biru atau biru kehijau-hijauan.

 

Perawatan harian

Perawatan harian burung ini hampir sama saja dengan burung yang bertipe fighter seperti Muray batu, Kacer, dan Tledekan.

  • Sebaiknya hindari menggantung 2 ekor burung yang sama secara berdekatan atau saling melihat karena hal itu bisa berpengaruh pada mental dan juga kondisi si burung.
  • Untuk EF (ekstra Fooding) bisa diberi belalang, jangkrik, dan buah-buahan segar.
  • Kandang untuk burung hwamei disarankan untuk menggunakan sangkar yang berbentuk bulat karena jika menggunakan sangkar biasa dikhawatirkan akan merusak bulu-bulu ekor atau paruhnya.

Burung hwamei termasuk burung yang sangat giras sehingga sering menabrak-nabrak sangkarnya hingga membuat ujung pangkal paruhnya rusak atau juga peruhnya bengkok, tetapi juga biarpun burung hwamei anda sudah jinak lebih baik tetap menggunakan sangkar berbentuk bulat.

 

 

 

Burung Poksai Jambul Putih

Umum

Burung Poksai jambul putih (Garrulax leujcolophus) atau white crested laughing thrush adalah sejenis burung poksai yang berasal dari Thailand.  Kalaupun burung ini ditemukan di Indonesia, itu karena burung ini diimpor langsung dari Thailand.

Burung yang dikenal sebagai rajanya poksai ini sangat aktif bergerak di dalam sangkar dan terlihat berwibawa saat berkicau.

 

Ciri-Ciri

  • Bulu didominasi dengan warna cokelat dan putih.
  • Bulu bagian mantel sampai kepala berwarna putih.
  • Ada semacam pita yang berbulu hitam pada bagian telinga, garis mata sampai pangkal paruh.
  • Bulu sayap hingga ke ekor berwarna cokelat.
  • Bulu sayap pada bagian ujung bulu sekunder memiliki warna cokelat yang lebih tua.
  • Paruh berwarna hitam.
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan kekar dari kerabat poksai yang lain.
  • Matanya hitam bersinar dan berukuran lebar.
  • Memiliki kaki yang kokoh dan berwarna hitam.
  • Memiliki suara yang keras dan namun enak didengar.

 

Habitat

Burung poksai jambul putih pada umumnya hidup dengan berkelompok kecil. Lingkungan yang disukai burung poksai jampul putih adalah  hutan yang penuh dengan semak dan agak terbuka, dan terkadang hidup di tempat yang banyak dipenuhi oleh pohon bambu.

 

Reproduksi

Ketika burung poksai jambul putih akan berkembang biak,  poksai jambul putih akan membuat sarang di atas pohon ataupun di semak-semak. Dalam satu kali masa bertelur burung ini bisa  menghasilkan 3 hingga 6 butir. Namun dari semua telur yang dierami terkadang ada 1-2 butir yang tidak menetas.

 

Makanan

Burung poksai jambul putih biasanya mencari makanan di percabangan pohon yang lebih rendah atau bisa juga mencari makan di atas tanah. Makanan alami burung ini adalahnya serangga kecil yang hidup di antara dedaunan pohon, biji-bijian, atau bisa juga makan buah-buahan yang terjatuh dari atas pohon.

 

Cara membedakan burung jantan dan betina

Agak sulit untuk membedakan burung poksai jambul putih jantan dan betina karena keduanya memiliki panjang ekor, ukuran tubuh dan warna bulu yang hampir sama.

Untuk penggemar burung awam biasanya membedakan burung ini melalui tes laboratorium untuk meneliti jenis kelamin burung melalui analisis kotoran, seksing bulu (meneliti bulu yang baru tumbuh) dan teknik endoskopis.

Namun untuk penggemar burung yang berpengalaman tidak harus melakukan tes tersebut yang tentunya harus membayar biaya yang tidak sedikit.

Penggemar burung yang berpengalaman bisa menilai jenis kelamin burung poksai jampul putih melalui suara kicauannya.

Burung poksai jambul putih biasanya mengeluarkan suara kicauan seperti ini, “kwaa … kwaa … kwaa… kwaa … kukkk … kwakk … klik … klukkk…”, sedangkan untuk betina tidak akan memiliki sifat meniru suara sehingga hanya mengeluarkan kicau yang monoton seperti,  “kwaa … kwaa … kwaa ….”.

 

Sifat

Burung poksai jambul putih memiliki tingkah laku dasar yang dianggap terlalu liar dan agresif. Walaupun sudah dipelihara terkadang sifat tersebut sulit untuk dihilangkan.

Namun burung poksai jambul putih masih memiliki banyak sifat lain yang menarik dan tidak semua burung memiliki  sifat seperti burung ini.

Berikut ini adalah sifat-sifat dari burung poksai jambul putih :

  • Gagah

Penampilannya selalu terlihat dan jarang terlihat lemah seperti halnya jenis burung berkicau yang lain. Kegagahan dari burung ini akan lebih terlihat jika burung sudah pernah diadu untuk sesama jenisnya, terpelihara dengan baik dan sering dimandikan.

Ciri-ciri burung poksai jambul putih yang sedang semangat adalah pada saat berkicau bulu sayapnya akan bergetar dan jambulnya akan mengembang. Tanda-tanda ini biasanya terlihat ketika burung sudah mendapatkan perawatan yang baik dan sering dilatih.

 

  • Penakluk burung lain

Burung lain yang ada disekitar burung poksai jampul putih biasanya akan kabur ketakutan setelah mendengar kicauannya. Burung ini sering dikucilkan burung berkicau lain karena sering menirukan kicauan burung lain dengan suara yang lebih keras.

 

  • Raja tertawa

Suara kicauan burung ini lebih mirip dengan suara orang yang sedang tertawa terutama untuk jenis betina,  sehingga burung ini diberi julukan raja tertawa.

Di habitat alami burung poksai jambul putih selalu berkicau bersamaan lalu menyelinap ke bagian bawah semak-semak mencari makanan ketika situasi sudah sepi.

Keunikan lain dari burung ini adalah suara kicauan bisa berhenti seketika seperti diberi komando dan burung akan kembali berkicau lagi jika sudah mendapat  isyarat dari burung jalak jambul putih yang lainnya. Hal inilah yang membuat para ahli burung memberi julukan burung ini sebagai “penyanyi rimba”.

 

Cara memilih burung poksai jambul putih

Sebelum anda membeli burung poksai jambul putih sebaiknya anda mempertimbangkan beberapa hal agar burung yang anda pilih adalah burung yang sehat dan tidak memiliki cacat ataupun cela.

  • Sehat

Sebelum membeli sebaiknya anda meneliti kondisi fisik burung secara menyeluruh. Kepuasan dari pemilik burung akan berkurang jika burung memiliki cacat. Sepertinya belum lengkap apabila burung memiliki suara kicauan yang cukup bagus namun memiliki fisik yang cacat.

Bagian tubuh dari burung poksai jambul putih yang mudah patah adalah kuku dan paruh. Untuk mengetahui apakah paruh burung cacat atau tidak anda bisa mengamati bagian rahang atas burung dimana akan terlihat lubang pada saat mengatup atau paruh tidak tertutup dengan rapat.

  • Pilih yang masih muda

Burung berkicau yang baik biasanya burung yang tergolong masih muda atau bukan anakan. Selain itu burung yang masih muda lebih mudah dijinakkan daripada yang sudah dewasa.

Suara burung yang masih muda juga tidak kalah baik bila dibandingkan dengan burung dewasa, apalagi burung poksai jambul putih bukanlah tipe burung peniru.

Untuk membedakan burung poksai jambul putih muda dan dewasa anda bisa melihatnya melalui bulu. Bulu burung poksai jambul putih dewasa memiliki warna bulu yang kusam dan kasar, sedangkan burung poksai jambul putih yang masih muda memiliki bulu yang terlihat bersih dan bersinar serta memiliki mata yang berwarna kecoklatan.

Bila anda ingin membeli burung ini sebaiknya anda memilih yang jantan dan mendengar suara kicauannya terlebih dahulu. Dengan mendengar suara kicauannya anda akan mengetahui apakah burung tersebut memiliki kualitas suara yang baik sekaligus untuk membedakan jenis kelamin dari burung yang akan anda beli.

Sebaiknya beli lebih dari 1 ekor, karena burung ini terbiasa hidup secara berkelompok di habitatnya. Burung ini akan menjadi lebih menarik apabila berkicau dengan burung sejenis yang lain dan dikhawatirkan jika hidup sendirian hanya akan mendengar suara kicauannya sendiri.

Anda bisa membeli burung poksai jambul putih yang terdiri dari jantan dan betina, atau bisa juga keduanya sama-sama jantan. Jika anda ingin memelihara burung ini lebih dari 2 ekor maka anda harus siap direpotkan dengan burung ini karena harus diletakkan secara berjauhan.

Harga poksai jambul putih dulunya sempat melambung tinggi, namun untuk sekarang harga burung ini lebih terjangkau. Untuk satu ekor burung poksai jambul putih jantan, dewasa maupun muda hutan, biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000,-.

 

Perawatan

  • Sangkar dan perlengkapan

Sangkar dan perlengkapan harus memadai agar burung merasa betah untuk tinggal di dalamnya. Idealnya, sangkar yang digunakan minimal berukuran segi empat dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 50 cm, tinggi 70 cm.

Sebelum digunakan sangkar bisa dicat terlebih dahulu. Dengan begitu bagian permukaan jeruji sangkar yang tadinya tajam dan kasar bisa tertutupi sehingga burung tidak akan mudah terluka.

Sebelum digunakan, bau cat sangkar dipastikan telah hilang. Tenggeran sebaiknya terbuat dari kayu asem, jambu batu, jambu air, dan kayu duri hutan dengan ukuran diameter minimal 2,5 cm.

Tenggeran untuk poksai jambul putih yang masih bakalan dan benarbenar liar sebaiknya terdiri dari dua buah dan ditempatkan menyilang. Tujuannya agar burung tidak menggunakan jeruji sangkar untuk bertengger.

Salah satu tenggeran, terutama tenggeran yang di bagian atas, dapat diambil setelah 3—4 bulan burung tersebut dipelihara. Dalam selang waktu tersebut, burung sudah cukup terbiasa dengan lingkungannya dan gerakannya pun sudah tidak terlalu liar.

Wadah untuk pakan buatan sebaiknya berukuran agak besar, sedangkan wadah ulatnya berukuran sedang. Tempat minuman dipilihkan yang bagian permukaannya agak kecil (hanya dapat dimasuki kepala burung) agar air yang ada di dalamnya tidak digunakan untuk mandi.

Adakalanya burung suka menggunakan air minumnya untuk mandi. Hal itu perlu dicegah agar dasar sangkar tidak basah sehingga tidak cepat rusak. Selain itu, percikan air yang mengenai kotoran juga akan menimbulkan bau.

  • Penempatan sangkar

Lingkungan yang tenang bisa membuat burung semakin rajin berkicau. Burung harus dihindarkan dari binatang pengganggu seperti tikus atau kucing yang bisa membuat burung menjadi stres. Begitu pula bau yang menyengat seperti bahan kimia maupun asap dapur yang berlebihan.

Sangkar untuk burung yang masih bakalan sebaiknya ditempatkan minimal setinggi tangan tidak bisa menyentuhnya dan semakin tinggi akan semakin membuat burung lebih tenang. Penempatan burung pada tempat yang lebih rendah harus dilakukan secara bertahap.

Sangkar sebaiknya ditempatkan dengan jarak saling berjauhan, burung juga tidak boleh saling melihat. Dengan hanya mendengar suaranya, sesama poksai jambul putih akan mudah terpancing untuk berkicau bersahutan. Bila memungkinkan, sebaiknya dipelihara burung betina yang sudah rajin berkicau atau burung betina yang lenjeh dengan jantan sejenis.

Burung betina yang demikian akan mempercepat burung jantan untuk terus berkicau. Burung jantan dan betina dipertemukan 3 atau 4 hari sekali dalam waktu 10 hingga 15 menit. Seperti kebanyakan burung impor, salah satu cara untuk membuat jantan mau berkicau adalah dengan memanfaatkan betinanya.

Begitu pula dengan poksai jambul putih yang sangat temperamental atau galak pada burung lain, dapat mudah dijinakkan dengan cara mendampingkan betinanya yang lenjeh.

 

Tips tambahan

1. Adaptasi

Burung peliharaan yang rajin berkicau biasanya harus jinak atau tidak merasa ketakutan terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Burung poksai jambul putih membutuhkan perawatan ekstra untuk membuat burung ini lebih mudah berkicau dan mudah beradaptasi pada lingkungan barunya.

2. Memiliki kuku yang mudah terluka dan patah

Burung poksai jambul putih yang diimpor dari luar negeri biasanya memiliki kuku yang terlepas atau patah. Kuku yang mengalami cacat ini biasanya ditemukan pada burung poksai jambul putih yang sudah dewasa.

Penyebab dari kuku yang mengalami cacat adalah karena burung masih memiliki sifat yang liar dan kandang penampungan yang buruk.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 506 pengikut lainnya.